Jumat, 29 Januari 2010
Jangan kira bahwa semua motor modifikasi berkonsep low rider kecepatannya akan berkurang. Mengingat penggunaan pelek yang berukuran besar sehingga butuh tenaga besar untuk memutarnya menjadi cepat.
Salah satu bukti adalah motor Mio Soul yang dibangun dengan konsep low rider oleh rumah modifikasi Sandy Motor dan Mamank Motor asal Kota Parepare Pare-pare, sekira 150 km arah utara Kota Makassar.
"Larinya tetap kencang meski memiliki pelek besar," kata Bro Edo, sang pemilik motor, yang merelakan motor kesayangan dipermak untuk mewujudkan suatu konsep modifikasi.
Memahami problem dalam membentuk LR, yakni terletak pada kelurusan roda. Maklum, ciri khas LR adalah adopsi pelek lebar dan mundurnya roda belakang.
Kunci mengatasi motor tidak "lari anjing" (kejar-kejaran roda belakang dan depan) terletak pada engine mounting atau dudukan mesin.
Dudukan mesin dimundurkan agar bisa menempatkan pelek belekang mobil Suzuki Escudo. Posisi offset roda mau tak mau ikut diubah. Sedangkan pelek depan custom.
Motor juga dipercantik dengan tampilan beberapa aksesori dan cat warna-warni biar kelihatan ramai. Bodi motor juga diubah dengan custom. Namun, hanya bagian belakang motor.
Aksesori yang digunakan antar lain cakram depan PSM Nissin, cakram belakang Kawasaki Ninja teromol Nissin, batok custom, enam piston, batok custom, dua piringan cakram, kaliper Nissin enam piston, setir robot, 3 rpm, kaca spion variasi, saringan udara Koso, dan handle Kitaco.(eki sakkirang)
Pemilik
Nama: Bro Edo
Asal: Parepare
Data modif
Merek: Yamaha Mio Soul
Konsep: Low rider
Bodi: Bodi belakang custom
Kaki-kaki:
- Ban depan Deli Tire 120/70/14
- Ban belakang Swallow 150/60/14
- Pelek depan custom
- Pelek belakang custom Suzuki Escudo
- Sokbreker depan Trusty
- Sokbreker belakang Yamaha Jupiter MX
Aksesori/variasi:
- Cakram depan PSM Nissin
- Cakram belakang Kawasaki Ninja dan teromol Nissin
- Kaliper Nissin 6 pisto
- Setir robot
- 3rpm
- Kaca sepion variasi
- Saringan udara Koso
- Handle Kitaco
Modifikator:
- Kaki-kaki/rangka adalah Sandy Motor, Parepare
- Modifikator fiber Mamank, Parepare
- Airbrusher Mamank, Parepare
Biaya: Rp 18 juta
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
Secara tampilan dan kapasitas mesin, Kawasaki Ninja 250R sudah mengarah ke motor gede atau moge. Nah, kebetulan ada yang punya produk Jepang ini dan ingin memodifikasi seperti moge. Dia adalah Loe Robin dari X-Bike, yang memberikan trik pada "Kawak" Ninja 250R 2008. Limbah yang digunakan terutama bersistem plug and play."Jika pakai limbah, maka usahakan seminimal mungkin melakukan 'perusakan' bawaan aslinya," pesan Robin. Maksudnya, jangan sampai banyak bagian yang dirombak hanya karena ingin pakai limbah dari moge, apalagi sampai harus memotong rangka.
Kembali ke sistem plug and play tadi, mari kita lirik peredam kejut depan. Robin sengaja memilih model upside down dari Suzuki GSX600 karena as komstirnya sama persis.
Lengan ayun standar diganti model tunggal. Banyak pilihan ditawarkan, tetapi Robin menyarankan untuk memakai punya Honda RVF 400. Alasannya, ubahan yang perlu dilakukan hanya sedikit. Kemudian, lengan tunggal ini bisa dikawinkan dengan peredam kejut standar. "Selain cocok, juga lebih empuk dan nyaman," ujar Robin.
Saat pemasangan, memang ada ubahan atau penyesuaian. Menurut Robin, hanya ada proses bubut kurang dari 1 cm, itu pun di arm. Dengan begitu, ketika bosan, dia tidak sulit untuk mengembalikannya ke kondisi standar.
Untuk velg, dia memilih punya Ducati 748 dengan pertimbangan tanpa merusak tadi. "Velg ini lebih lebar dibanding punya RVF atau GSX600. Tapi, kala dipasang, gampang," bilang pemilik bengkel di kawasan Jakarta Barat ini. Kedua velg dibalut ban bertelapak 3,5 inci (depan) dan 5,5 inci (belakang).
Sementara itu, bodi hanya mendapat sedikit sentuhan. Namun, biayanya lumayan mahal karena untuk beberapa bagian, dia menggunakan bahan serat karbon (asli). Misalnya, di bawah jok dan sekitar spidometer. Pemakaian serat karbon itu menghabiskan dana Rp 3 juta. Untuk ubahan yang lain, Robin tidak membocorkan biayanya. (Nurfil)




peluang untuk berlaga di MOTOGP 2009 muncul karena upaya penyelamatan dari promotor dan beberapa pihak yang berhubungan dengan kawasaki MOTOGP.kawasaki masih terus mengembangkan proyek baru motor mereka bahkan setelah mengundurkan diri Kawasaki tetap menjajal motor barunya di Australia.
dalam beberapa uji coba yang dilakukan diketahui bahwa mesin baru motor hijau belum 100% stabil dan akan terus dikembangkan untuk kembali berlaga dalam MOTOGP 2009 yang akan dimulai pada bulan april tersebut.
namun,nampaknya keputusan kawasaki team racing belum benar-benar final untuk kembali berlaga di MOTOGP 2009 mengingat masih menunggu beberapa uji coba yang akan dilakukan pada motor baru si hijau.
